4/03/2025

Deep Learning Dalam Bahasa Indonesia: Teks Eksplanasi

 

Halo sobat yayuarundina.com – Mari kita pelajari proses pembelajaran Deep Learning dalam Bahasa Indonesia tentang teks Eksplanasi. Bagaimana cara penerapannya? Apa saja yang dilakukan? Yuk, kita simak dalam postingan kali ini. 


Belajar bahasa indoƱesia
Belajar Teks Eksplanasi 


Proses pembelajaran bukanlah hal yang mudah. Butuh perencanaan, proses dan evaluasi. Dengan ketiga hal tersebut, kita bisa membuat sebuah pembelajaran yang berkualitas. Bukan hanya sekedar hadir di kelas, tapi siswa mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Inilah inti deep learning.

Deep Learning merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang mendalam. Bukan sekedar hapalan. Bukan sekedar formalitas belajar atau asal hadir di kelas. Namun, siswa mampu mengeksplorasi dirinya untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Ada tiga elemen utama yang menjadi ciri deep learning. Ketiga elemen tersebut adalah mindfull learning, meaningfull learning dan joyfull learning.

Mindfull learning berarti pembelajaran dilakukan secara sadar oleh siswa. Proses pembelajarannya didasarkan atas kebutuhan siswa. Pada kondisi ideal, siswa merasa butuh belajar. Mereka belajar tidak merasa terpaksa atau berdasarkan perintah. Ini yang masih menjadi peer besar pendidikan kita.

Meaningfull learning berarti bahwa proses pembelajaran itu sangat bermakna. Materi pembelajaran dihubungkan dengan kondisi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Bukan sekedar teori belaka. Dengan pembekalan materi pelajaran, siswa mampu mendapatkan solusi dalam masalah hidupnya sehari-hari.

Joyfull learning adalah proses pembelajaran dilakukan dengan perasaan bahagia. Siswa merasa senang dan menikmati setiap proses pembelajarannya.

Pembelajaran Deep Learning Dalam Bahasa Indonesia Tentang Teks Eksplanasi

Pembelajaran deep learning dalam pelajaran Bahasa Indonesia bisa diterapkan untuk mempelajari teks eksplanasi. Elemen yang dimunculkan adalah membaca dan berbicara. Kali ini, kita menggunakan wacana berupa sebuah cerita inspirasi. Wacana tersebut berjudul Tukang Ojek Payung yang terdapat di dalam buku teks.

Pemanfaatan wacana dalam buku teks diharapkan lebih mempermudah siswa dalam belajar. Keterbatasan dalam beragam hal, seperti sarana dan prasarana belajar bisa diantisipasi dengan penyediaan buku paket.

Wacana ini juga relatif lebih mudah ditemukan oleh siswa. Tidak membutuhkan kuota. Isi wacana juga sangat ideal untuk pembentukan karakter. Siswa diharapkan terinspirasi oleh tokoh untuk memperbaiki nasib hidupnya. Mampu mandiri dan punya semangat juang.

Proses Pembelajaran Deep Learning untuk Teks Eksplanasi

Proses pembelajaran deep learning untuk teks eksplanasi ini berpusat pada elemen meaningfull learning. Siswa menghubungkan isi wacana dengan kehidupan sehari-hari. Mindfull learning didasarkan pada aspek life skill berbicara. Siswa dilatih untuk berani berbicara di hadapan publik. Joyfull learning, guru bisa memberikan ice breaking di sela-sela presentasi yang panjang.

Tahapan proses pembelajaran deep learning ini ada dua, yaitu membaca dan presentasi.  Membaca teks eksplanasi berjudul Tukang Ojek Payung merupakan hal pertama yang dilakukan oleh siswa. Di sini, siswa melakukan kegiatan membaca pemahaman dan membaca kritis. Jika perlu, siswa bisa membuat catatan-catatan kecil untuk bahan presentasi nanti.

Proses pembelajaran deep learning ini diarahkan pada aspek pembelajaran unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Selain itu, untuk bahan presentasi, siswa juga bisa menjawab sepuluh soal yang ada pada buku paket.

Unsur intrinsik. Ada 7 unsur intrinsik. Pertama, siswa mencermati wacana untuk mendapatkan tema atau masalah yang dibahas dalam cerita tersebut. Kedua, siswa menguraikan aspek  penokohan, seperti nama, karakter dan jenis tokohnya. Apakah termasuk tokoh utama atau sampingan. Tokoh baik atau jahat. Ketiga, pembahasan latar. Siswa menguraikan latar tempat, waktu, dan suasana disertai dengan bukti-bukti yang ada di wacana.

Keempat, siswa menjelaskan tentang alur. Termasuk alur maju, mundur, atau campuran. Apa alasannya? Kelima, siswa menguraikan sudut pandang yang digunakan dalam cerita inspiratif tersebut. Keenam, siswa membahas majas atau gaya bahasa. Di sini, siswa kembali mempelajari jenis-jenis majas. Lalu, mencari kalimat dalam wacana yang berupa majas.

Ketujuh, siswa mencari amanat atau hikmah dari isi wacana tersebut. Semoga hikmah ini menjadi harta karun yang berharga untuk kehidupan pribadi mereka. Membangun hati dan jiwanya agar bisa hidup lebih baik lagi.

Unsur Ekstrinsik. Siswa menguraikan aspek politik, ekonomi, sosial budaya, keamanan yang terjadi di Indonesia secara nyata. Juga menghubungkan isi cerita dengan pelajaran IPS tentang perubahan sosial.

Kegiatan menelaah wacana ini dilakukan berpasangan bersama teman sebangkunya. Mereka berkolaborasi dan berdiskusi untuk mendapatkan bahan presentasi nanti.

Deep Learning: Presentasi Teks Eksplanasi

Setelah menelaah wacana dengan panduan khusus tersebut, siswa wajib menyampaikan kembali hasil membaca pemahaman dan membaca kritisnya.

Sebelum mulai presentasi dibuat kesepakatan dulu. Apakah nilai presentasi berlaku untuk teman diskusinya juga atau bersifat individu? Mereka memilih nilai individu.

Oleh karena itu, mereka tampil solo di panggung menyampaikan satu hal saja. Bisa menyampaikan satu jawaban soal, satu unsur intrinsik, atau satu unsur ekstrinsik. Dengan cara seperti ini, siswa memiliki kekayaan sudut pandang.

Tantangan Pembelajaran Deep Learning Tentang  Teks Eksplanasi

Tak ada tantangan gak rame. Demikian juga dalam proses pembelajaran deep learning tentang teks eksplanasi ini. Ada 6 hal yang muncul sebagai tantangan pembelajaran.

1.      Boros waktu

Karena presentasinya bersifat perorangan, maka jumlah siswa yang banyak ( 40 orang ) membuat waktu belajar jadi memakan waktu banyak.

2.      Jenuh

Walaupun materi bahasan berbeda, kejenuhan tetap muncul dalam proses belajar. Untuk menyegarkannya, saya selingi dengan kuis yang jadi bonus nilai.

3.      Kesulitan menangkap informasi

Ada beberapa siswa yang kesulitan menangkap informasi dari bacaan. Mereka harus diberikan pertanyaan-pertanyaan pemantik untuk mendapatkan jawabannya. Dengan pancingan pertanyaan tersebut, mereka bisa presentasi.

4.      Kurang menggali perubahan sosial

Pada aspek presentasi unsur ekstrinsik, siswa yang menyampaikan aspek sosial budaya ini kurang menggali perubahan sosial. Dugaan saya, hal ini terjadi karena mereka mempelajari materi tersebut di semester pertama. Siswa sudah lupa dan kurang waktu untuk mengeksplorasinya kembali.

5.      Siswa kurang berpartisipasi aktif.

Pada saat presentasi, siswa yang hadir wajib  berpartisipasi. Mereka bisa bertanya, mengkritik, memberikan tambahan informasi, berpendapat dan aktivitas lainnya.

Namun, setelah berjalan beberapa waktu, hal ini berkurang drastis. Semakin lama, partisipasi ini semakin tidak ada.

Partisipasi ini juga kurang merata. Ada siswa yang sangat aktif. Ada juga yang sangat pasif. Di akhir presentasi, siswa yang belum berpartisipasi, saya paksa untuk aktif menanggapi atau bertanya agar mendapatkan nilai bonus sebagai bahan tambahan nilai rapot.

6.      Presentasi siswa kurang maksimal

Saat presentasi, siswa kurang menguasai bahan atau materi presentasi. Mereka sangat terpaku pada catatan yang dibuatnya. Kurang berani untuk berbicara secara lepas tanpa buku.

Solusinya perlu manajeman waktu yang lebih baik, cukup waktu untuk latihan dan persiapan.

Refleksi Pembelajaran Deep Learning Teks Eksplanasi

Dalam proses pembelajaran deep learning tentang teks eksplanasi ini, keberhasilan utama adalah siswa sudah mampu menghubungkan isi cerita dengan kenyataan hidup sehari-hari. Ini satu hal yang patut diacungi jempol. Mereka bisa menjelaskannya secara panjang lebar.

Kekurangan yang terjadi dalam proses pembelajaran ini adalah rasa bosan saat proses presentasi, terutama dengan jumlah siswa yang banyak tadi. Butuh variasi untuk menyampaikan presentasi cerita.

Tak ada gading yang tak retak. Pembelajaran itu sebuah proses panjang yang selalu bernuansa trial and error.

Semoga tulisan ini menjadi pemantik untuk proses pembelajaran Bahasa Indonesia menggunakan pendekatan deep learning. Bapak dan Ibu guru hebat bisa lebih mengeksplorasi pembelajaran sehingga bisa mencapai hasil yang lebih maksimal.

Sampai jumpa

 

Featured Post

Deep Learning Dalam Bahasa Indonesia: Teks Eksplanasi

  Halo sobat yayuarundina.com – Mari kita pelajari proses pembelajaran Deep Learning dalam Bahasa Indonesia tentang teks Eksplanasi. Bagaim...