4/03/2025

Deep Learning Dalam Bahasa Indonesia: Teks Eksplanasi

 

Halo sobat yayuarundina.com – Mari kita pelajari proses pembelajaran Deep Learning dalam Bahasa Indonesia tentang teks Eksplanasi. Bagaimana cara penerapannya? Apa saja yang dilakukan? Yuk, kita simak dalam postingan kali ini. 


Belajar bahasa indoƱesia
Belajar Teks Eksplanasi 


Proses pembelajaran bukanlah hal yang mudah. Butuh perencanaan, proses dan evaluasi. Dengan ketiga hal tersebut, kita bisa membuat sebuah pembelajaran yang berkualitas. Bukan hanya sekedar hadir di kelas, tapi siswa mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Inilah inti deep learning.

Deep Learning merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang mendalam. Bukan sekedar hapalan. Bukan sekedar formalitas belajar atau asal hadir di kelas. Namun, siswa mampu mengeksplorasi dirinya untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Ada tiga elemen utama yang menjadi ciri deep learning. Ketiga elemen tersebut adalah mindfull learning, meaningfull learning dan joyfull learning.

Mindfull learning berarti pembelajaran dilakukan secara sadar oleh siswa. Proses pembelajarannya didasarkan atas kebutuhan siswa. Pada kondisi ideal, siswa merasa butuh belajar. Mereka belajar tidak merasa terpaksa atau berdasarkan perintah. Ini yang masih menjadi peer besar pendidikan kita.

Meaningfull learning berarti bahwa proses pembelajaran itu sangat bermakna. Materi pembelajaran dihubungkan dengan kondisi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Bukan sekedar teori belaka. Dengan pembekalan materi pelajaran, siswa mampu mendapatkan solusi dalam masalah hidupnya sehari-hari.

Joyfull learning adalah proses pembelajaran dilakukan dengan perasaan bahagia. Siswa merasa senang dan menikmati setiap proses pembelajarannya.

Pembelajaran Deep Learning Dalam Bahasa Indonesia Tentang Teks Eksplanasi

Pembelajaran deep learning dalam pelajaran Bahasa Indonesia bisa diterapkan untuk mempelajari teks eksplanasi. Elemen yang dimunculkan adalah membaca dan berbicara. Kali ini, kita menggunakan wacana berupa sebuah cerita inspirasi. Wacana tersebut berjudul Tukang Ojek Payung yang terdapat di dalam buku teks.

Pemanfaatan wacana dalam buku teks diharapkan lebih mempermudah siswa dalam belajar. Keterbatasan dalam beragam hal, seperti sarana dan prasarana belajar bisa diantisipasi dengan penyediaan buku paket.

Wacana ini juga relatif lebih mudah ditemukan oleh siswa. Tidak membutuhkan kuota. Isi wacana juga sangat ideal untuk pembentukan karakter. Siswa diharapkan terinspirasi oleh tokoh untuk memperbaiki nasib hidupnya. Mampu mandiri dan punya semangat juang.

Proses Pembelajaran Deep Learning untuk Teks Eksplanasi

Proses pembelajaran deep learning untuk teks eksplanasi ini berpusat pada elemen meaningfull learning. Siswa menghubungkan isi wacana dengan kehidupan sehari-hari. Mindfull learning didasarkan pada aspek life skill berbicara. Siswa dilatih untuk berani berbicara di hadapan publik. Joyfull learning, guru bisa memberikan ice breaking di sela-sela presentasi yang panjang.

Tahapan proses pembelajaran deep learning ini ada dua, yaitu membaca dan presentasi.  Membaca teks eksplanasi berjudul Tukang Ojek Payung merupakan hal pertama yang dilakukan oleh siswa. Di sini, siswa melakukan kegiatan membaca pemahaman dan membaca kritis. Jika perlu, siswa bisa membuat catatan-catatan kecil untuk bahan presentasi nanti.

Proses pembelajaran deep learning ini diarahkan pada aspek pembelajaran unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Selain itu, untuk bahan presentasi, siswa juga bisa menjawab sepuluh soal yang ada pada buku paket.

Unsur intrinsik. Ada 7 unsur intrinsik. Pertama, siswa mencermati wacana untuk mendapatkan tema atau masalah yang dibahas dalam cerita tersebut. Kedua, siswa menguraikan aspek  penokohan, seperti nama, karakter dan jenis tokohnya. Apakah termasuk tokoh utama atau sampingan. Tokoh baik atau jahat. Ketiga, pembahasan latar. Siswa menguraikan latar tempat, waktu, dan suasana disertai dengan bukti-bukti yang ada di wacana.

Keempat, siswa menjelaskan tentang alur. Termasuk alur maju, mundur, atau campuran. Apa alasannya? Kelima, siswa menguraikan sudut pandang yang digunakan dalam cerita inspiratif tersebut. Keenam, siswa membahas majas atau gaya bahasa. Di sini, siswa kembali mempelajari jenis-jenis majas. Lalu, mencari kalimat dalam wacana yang berupa majas.

Ketujuh, siswa mencari amanat atau hikmah dari isi wacana tersebut. Semoga hikmah ini menjadi harta karun yang berharga untuk kehidupan pribadi mereka. Membangun hati dan jiwanya agar bisa hidup lebih baik lagi.

Unsur Ekstrinsik. Siswa menguraikan aspek politik, ekonomi, sosial budaya, keamanan yang terjadi di Indonesia secara nyata. Juga menghubungkan isi cerita dengan pelajaran IPS tentang perubahan sosial.

Kegiatan menelaah wacana ini dilakukan berpasangan bersama teman sebangkunya. Mereka berkolaborasi dan berdiskusi untuk mendapatkan bahan presentasi nanti.

Deep Learning: Presentasi Teks Eksplanasi

Setelah menelaah wacana dengan panduan khusus tersebut, siswa wajib menyampaikan kembali hasil membaca pemahaman dan membaca kritisnya.

Sebelum mulai presentasi dibuat kesepakatan dulu. Apakah nilai presentasi berlaku untuk teman diskusinya juga atau bersifat individu? Mereka memilih nilai individu.

Oleh karena itu, mereka tampil solo di panggung menyampaikan satu hal saja. Bisa menyampaikan satu jawaban soal, satu unsur intrinsik, atau satu unsur ekstrinsik. Dengan cara seperti ini, siswa memiliki kekayaan sudut pandang.

Tantangan Pembelajaran Deep Learning Tentang  Teks Eksplanasi

Tak ada tantangan gak rame. Demikian juga dalam proses pembelajaran deep learning tentang teks eksplanasi ini. Ada 6 hal yang muncul sebagai tantangan pembelajaran.

1.      Boros waktu

Karena presentasinya bersifat perorangan, maka jumlah siswa yang banyak ( 40 orang ) membuat waktu belajar jadi memakan waktu banyak.

2.      Jenuh

Walaupun materi bahasan berbeda, kejenuhan tetap muncul dalam proses belajar. Untuk menyegarkannya, saya selingi dengan kuis yang jadi bonus nilai.

3.      Kesulitan menangkap informasi

Ada beberapa siswa yang kesulitan menangkap informasi dari bacaan. Mereka harus diberikan pertanyaan-pertanyaan pemantik untuk mendapatkan jawabannya. Dengan pancingan pertanyaan tersebut, mereka bisa presentasi.

4.      Kurang menggali perubahan sosial

Pada aspek presentasi unsur ekstrinsik, siswa yang menyampaikan aspek sosial budaya ini kurang menggali perubahan sosial. Dugaan saya, hal ini terjadi karena mereka mempelajari materi tersebut di semester pertama. Siswa sudah lupa dan kurang waktu untuk mengeksplorasinya kembali.

5.      Siswa kurang berpartisipasi aktif.

Pada saat presentasi, siswa yang hadir wajib  berpartisipasi. Mereka bisa bertanya, mengkritik, memberikan tambahan informasi, berpendapat dan aktivitas lainnya.

Namun, setelah berjalan beberapa waktu, hal ini berkurang drastis. Semakin lama, partisipasi ini semakin tidak ada.

Partisipasi ini juga kurang merata. Ada siswa yang sangat aktif. Ada juga yang sangat pasif. Di akhir presentasi, siswa yang belum berpartisipasi, saya paksa untuk aktif menanggapi atau bertanya agar mendapatkan nilai bonus sebagai bahan tambahan nilai rapot.

6.      Presentasi siswa kurang maksimal

Saat presentasi, siswa kurang menguasai bahan atau materi presentasi. Mereka sangat terpaku pada catatan yang dibuatnya. Kurang berani untuk berbicara secara lepas tanpa buku.

Solusinya perlu manajeman waktu yang lebih baik, cukup waktu untuk latihan dan persiapan.

Refleksi Pembelajaran Deep Learning Teks Eksplanasi

Dalam proses pembelajaran deep learning tentang teks eksplanasi ini, keberhasilan utama adalah siswa sudah mampu menghubungkan isi cerita dengan kenyataan hidup sehari-hari. Ini satu hal yang patut diacungi jempol. Mereka bisa menjelaskannya secara panjang lebar.

Kekurangan yang terjadi dalam proses pembelajaran ini adalah rasa bosan saat proses presentasi, terutama dengan jumlah siswa yang banyak tadi. Butuh variasi untuk menyampaikan presentasi cerita.

Tak ada gading yang tak retak. Pembelajaran itu sebuah proses panjang yang selalu bernuansa trial and error.

Semoga tulisan ini menjadi pemantik untuk proses pembelajaran Bahasa Indonesia menggunakan pendekatan deep learning. Bapak dan Ibu guru hebat bisa lebih mengeksplorasi pembelajaran sehingga bisa mencapai hasil yang lebih maksimal.

Sampai jumpa

 

3/28/2025

5 Tips Menyiapkan Tabungan Hari Tua Agar Aman Saat Pensiun

 

Masa pensiun yang sejahtera bukan hanya impian, tetapi sesuatu yang bisa direncanakan sejak dini. Sayangnya, banyak orang menunda persiapan dana pensiun karena merasa masih memiliki waktu yang panjang.




Padahal, semakin cepat Anda mulai menabung dan berinvestasi, semakin besar manfaat yang bisa Anda dapatkan. Berikut lima tips untuk menyiapkan tabungan hari tua agar tetap aman saat pensiun.

1.     Tentukan Target Dana Pensiun yang Dibutuhkan

Langkah pertama dalam perencanaan pensiun adalah menentukan berapa banyak dana yang dibutuhkan untuk mempertahankan gaya hidup yang diinginkan setelah tidak lagi bekerja.

 

Perhitungan ini harus mempertimbangkan berbagai faktor seperti biaya hidup bulanan, inflasi, perawatan kesehatan, kebutuhan rekreasi, serta kemungkinan biaya tak terduga di masa depan.

 

Sebagai gambaran, banyak ahli keuangan menyarankan bahwa dana pensiun sebaiknya mencakup 70-80% dari penghasilan terakhir sebelum pensiun. Jika penghasilan Anda saat ini Rp10 juta per bulan, maka Anda setidaknya membutuhkan Rp7-8 juta per bulan saat pensiun.

2.     Manfaatkan Instrumen Investasi yang Tepat

Hanya mengandalkan tabungan di rekening bank tidak cukup karena inflasi akan mengurangi daya beli uang Anda di masa depan. Oleh karena itu, penting untuk memanfaatkan instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko Anda.

 

Memilih instrumen investasi yang tepat sangat penting untuk memastikan dana pensiun Anda berkembang dan mampu mengalahkan inflasi. Jika merasa kurang paham, Anda bisa berkonsultasi dengan perencana keuangan profesional agar strategi investasi lebih optimal.

3.     Maksimalkan Program Pensiun dari Perusahaan

Jika Anda bekerja di perusahaan yang memiliki program pensiun, manfaatkan fasilitas tersebut sebaik mungkin. Beberapa perusahaan menyediakan program dana pensiun seperti:

·       Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan: JHT dapat dicairkan sesuai ketentuan, sementara Jaminan Pensiun memberikan penghasilan bulanan saat pensiun.

·       Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK): Beberapa perusahaan menyediakan DPLK yang memungkinkan karyawan menabung dana pensiun dengan kontribusi bersama antara karyawan dan perusahaan.

·       Asuransi Pensiun atau Program Pensiun Mandiri: Jika perusahaan tidak memiliki program pensiun, Anda bisa mengikuti program pensiun mandiri yang ditawarkan oleh lembaga keuangan atau asuransi.

 

Pastikan Anda memahami aturan pencairan dan manfaat dari setiap program pensiun yang Anda ikuti. Dengan memaksimalkan program pensiun yang ada, Anda bisa memiliki tambahan dana yang signifikan untuk masa pensiun.

4.     Diversifikasi Sumber Penghasilan Pasif

Selain menabung dan berinvestasi, memiliki sumber penghasilan pasif dapat menjadi cara terbaik untuk menjaga stabilitas finansial di masa pensiun. Sumber penghasilan pasif ini bisa berupa dividen saham, properti sewa, atau bisnis kecil.

 

Diversifikasi sumber penghasilan pasif ini penting untuk mengurangi risiko ketergantungan pada satu aset saja. Dengan memiliki lebih dari satu sumber pendapatan, Anda bisa lebih aman menghadapi berbagai kemungkinan di masa pensiun.

5.     Hindari Hutang Konsumtif yang Berlebihan

Hutang konsumtif bisa menjadi beban besar di masa pensiun jika tidak dikelola dengan baik. Beberapa jenis utang yang perlu dihindari atau dikurangi menjelang pensiun antara lain kartu kredit atau pinjaman konsumtif lainnya.

 

Kartu kredit dengan bunga tinggi jika tidak dikelola dengan baik akan membengkak dan menggerus tabungan pensiun Anda. Pinjaman tanpa rencana yang jelas juga bisa menjadi penghambat Anda dalam menyiapkan dana pensiun yang cukup. 

 

Sebelum pensiun, buatlah strategi pelunasan utang dan hindari menambah utang baru. Dengan mengurangi utang, Anda bisa lebih fokus menggunakan tabungan pensiun untuk kebutuhan hidup, bukan untuk membayar cicilan.

 

 

Jangan menunggu sampai terlambat! Mulailah menyusun strategi tabungan pensiun sekarang agar masa depan finansial Anda tetap terjamin.

 

Tulisan ini adalah guest posting keempat dari mbak Arumka Video ID

3/26/2025

Blogger Day 2025: Indahnya Berbagi Untuk Umat Manusia

 

Halo sobat yayuarundina.com – Blogger Day 2025: indahnya berbagi untuk umat manusia merupakan acara ulang tahun komunitas Bloggercrony Indonesia yang ke sepuluh. Ini adalah perayaan tahunan  terakhir yang diselenggarakan oleh komunitas blogger Indonesia yang berbasis di Jakarta ini.


blogger indonesia
Blogger Day 2025, #LastAnnualBloggerDay 

Hal ini diumumkan oleh mbak Wawa, pembina  Bloggercrony Community. Nantinya, acara tahunan Blogger Day ini akan menjadi tiga tahun sekali sesuai masa kepengurusan squad BCC. Jadi, Blogger Day 2025 ini menjadi acara tahunan terakhir. #LastAnnualBloggerDay. Duh, nanti kita menabung rindu dulu ya. Jumpa Blogger Day lagi di tahun 2028. Insya allah.

Blogger Day 2025: indahnya berbagi untuk umat manusia ini bertempat di Saung Kampung Sawah yang berlokasi di daerah Parung Bogor.  Tepatnya desa Jabon Mekar, Parung Bogor, Jawa Barat. Kali ini, acara Blogger Day 2025 bekerja sama dengan sebuah yayasan sosial di kabupaten Bogor, kecamatan Parung. #YayasanIndahBerbagi. Selain itu juga seperti biasa, Blogger Day selalu bekerja sama dengan para pelaku UMKM. #BloggerPreneur. Banyak produk UMKM yang menjadi hadiah cantik untuk para peserta.

Barisan #BloggerPreneur ini adalah  Zindo Mart toko aneka kurma, madu dan oleh-oleh haji dan umroh. @bukufaridapane yang menyediakan koleksi novel berbagai genre. @millavanillamakeup berupa spray deodoran tawas kalium. Beragam produk dekorasi dinding, tote bag, tumbler, gelas, dan  beragam pernak-pernik menarik dari @kamiyaprojects @tomoyo.rin

Blogger Day 2025: Indahnya Berbagi Untuk Umat Manusia  Merupakan Acara Hybrid

Blogger Day 2025 ini dilakukan secara hybrid. Ada peserta offline (luar jaringan) yang datang langsung ke Saung Kampung  Sawah dan menginap sehari di sana. Para peserta yang jauh atau tidak bisa hadir di Bogor mengikuti acara secara online  (dalam jaringan) melalui Zoom. Dan, saya termasuk yang ikut secara online. Eh, padahal ingin terbang ke desa Jabon Mekar untuk menikmati suasana yang adem ayem bikin betah.


blogger
Peserta Online (dalam jaringan)

Melalui foto-foto yang dikirim oleh para peserta offline. Suasana Saung Kampung Sawah sungguh memanjakan mata dan lidah. Para peserta menginap di saung-saung secara berkelompok. Syahdu bangets ya. Bikin ngiri deh.


bloggerday
Suasana Kampung Sawah yang Merindu

Moga suatu saat nanti, saya beserta teman-teman atau keluarga bisa menikmati suasana Saung Kampung Sawah dan ngopi-ngopi cantik di Warkop Boy yang ada di area kampung tersebut. Mencicipi dimsum, roti bakar, pisang goreng, mi nyemek ataupun menu makanan berat lainnya dan minumannya. Duh ingin nyomot dimsum dan pisang kejunya deh.

Yayasan Indah Berbagi, Sebuah Yayasan Sosial di Kabupaten Bogor

Selain menyediakan makanan dan minuman, Saung Kampung Sawah juga menyediakan fasilitas meeting room dan tempat menginap. Ada yang bernuansa pedesaan atau ruangan berpendingin. Wuih kembali ke alam pedesaan asyik tenan.

Saung Kampung Sawah dan Warkop Boy merupakan unit usaha ekonomi mandiri dari Yayasan Indah Berbagi, sebuah yayasan sosial di kabupaten Bogor, kecamatan Parung.


bloggerday
Acara bersama Yayasan Indah Berbagi

Yayasan Indah Berbagi merupakan lembaga nonprofit yang ingin bermanfaat untuk masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Sebuah misi yang sangat mulia. Yayasan ini ingin membangun sebuah ekosistem yang memberdayakan masyarakat pedesaan. Sehubungan dengan hal tersebut, ada beberapa program yang dilakukan oleh Yayasan Indah Berbagi ini. Ada program keagamaan, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan lingkungan. 

 

Program Pendidikan, Kelas Minggu 

Satu hal yang menarik adalah kebun galon. Sebuah area yang mendaur ulang sampah galon untuk kegiatan berkebun. Kebun ini menyediakan bahan makanan untuk diolah di Saung Kampung Sawah.

Filosofi Tema Blogger Day 2025

Tak kalah seru dengan acara tahun lalu di Carro Square, Blogger Day 2025 ini juga diisi oleh beragam acara menarik. Tema yang diusung Blogger Day 2025 adalah Meneguhkan AKAR, Mengukir Jejak Digital. Sebuah tema yang punya filosofi mendalam bagi para blogger. Aktif, Kreatif, Adaptif, Relevan.

Diantara kelesuan dunia blogger, tema ini jadi pemantik semangat ngeblog lagi. Banyak orang bilang bahwa dunia blogging akan kalah oleh dunia vlog. Zaman now, orang malas baca. Lebih senang melihat video daripada baca blog. Video dinilai lebih hidup dan bikin betah. Namun, dengan tema AKAR. Kita yakinkan diri kembali ke dunia menulis.

Aku mulai mengenal blog sekitar tahun 2011. Blog ini adalah blog pertamaku. Dulu, ketika Teh Indari Mastuti mengajak membuat blog, aku dibuatkan blog Gerbang Matahari Arundina ini oleh pak Iyus, rekan kerjaku di sekolah. Aku yang buta teknologi, tak tahu apa-apa tentang blog.

Setelah punya blog Gerbang Matahari ini, aku mulai menulis secara acak di blog. Menulis tanpa tujuan dan tanpa spesifikasi tema. Apa yang ada di benak, aku tuliskan. Hal-hal yang aku lihat, aku tulis di blog. Geje deh pokoknya waktu itu. Apapun.

Secara perlahan, dari seringnya bertemu para blogger dan penulis, akhirnya aku masuk ke sebuah komunitas blogger, Blogger Bandung. Komunitas ini dikawal oleh Bang Aswi, teh Efi Fitriyah, teh Nchie Hani dan teman-temannya. Dari komunitas blogger inilah pencerahan mulai datang perlahan. Sedikit demi sedikit, aku lebih paham tentang dunia blogger. Tulisanku pun mulai terarah. Walau tetap masih belum menemukan tema yang sangat spesifik. Niche. Masih lifestyle.

Dari beragam kegiatan dengan komunitas Blogger Bandung, akhirnya aku bikin domain sendiri. Pembuatan domain ini menjadi pemicu untuk jadi blogger profesional. Blogku jadi punya link khusus, yaitu  https://www.yayuarundina.com

Dunia blogger profesional harus memiliki niche atau tema spesifik. Jujur, sampai saat ini, aku masih kebingungan menentukan tema khusus yang sesuai dengan minatku. Masih banyak pilihan yang semuanya tidak bisa dijadikan tema khusus, karena aku tidak konsisten di dunia itu. Aku suka kuliner, jalan-jalan, nonton film, dan lain sebagainya. Namun, untuk tulisan yang lebih spesifik, aku tak pernah punya bahan yang cukup.

Duniaku adalah dunia guru. Dunia pendidikan. Aku adalah seorang guru Bahasa Indonesia yang membelot. Serius membelot? Yes, benar sekali. Dulu, diawal-awal jadi guru Bahasa Indonesia, aku masih taat aturan. Menulis sesuai dengan hukum EYD. Kaku bangets. Namun, dunia blogging punya aturan khusus juga. Orang tidak suka membaca yang kaku-kaku. Boring. Sangat membosankan.

Orang membaca blog untuk mengisi waktu. Mencari hiburan atau informasi dalam waktu singkat. Bayangkan, kalau tulisan kita sangat kaku, apa yang akan terjadi? Sejak saat itulah, aku mengubah persepsi. Bahasa Indonesia itu harus dimanfaatkan untuk berkomunikasi, menyampaikan informasi. Bukan masalah ketaatan azas atau hukum. Jadilah aku belajar storytelling.

Kini, aku lebih berani memberikan label guru blogger untuk diriku sendiri. Aku bekerja sebagai guru. Namun, di luar profesi utama itu, aku menulis di blog. Blogger. Aku ingin menggaungkan kebaikan dari dunia pendidikan dan membawa kebaikan dari dunia yang luas untuk pendidikan. Itulah prinsipku kini.


yayu arundina
Guru Blogger

Semoga dari label guru blogger ini, akan ada kemajuan yang sangat berarti. Aku ingin lebih konsisten lagi menulis. Satu hal yang masih belum bisa kupenuhi sebagai blogger. Masih jadi peer besar.

Namun, keseriusanku menekuni dunia blogger ini, terganjal masalah besar. Buta teknologi masih menghantuiku. Kegagapanku pada teknologi, membuatku gagal migrasi ke GA4. Sebuah kerugian besar bagi seorang blogger. Tulisanku sepertinya tak bisa lagi disapa Google. Tak bisa dianalisis. Hadeuh. Ada-ada aza hambatan untuk maju dan meraih prestasi di dunia blogging ini.

Namun, semuanya aku pasrahkan pada Ilahi. Pasionku masih berada di dunia ngeblog ini. Bisa jadi lebih semangat daripada tahun-tahun sebelumnya. Yang penting sekarang, aku bisa menulis, bisa berbagi informasi dengan yang lainnya. Khususnya berbagi informasi tentang dunia pembelajaran bahasa Indonesia kepada guru-guru lainnya.

Semoga dari semangat ini, Allah akan membukakan pintu rejeki untukku dari dunia ngeblog. Dapat job-job keceh yang bisa bermanfaat untuk umat manusia, para guru, dan diriku sendiri. Aamiin. Job yang tidak banyak syarat tentang masalah Google Analitic, DA, PA dan sebagainya. Pokoknya dunia menulis saja deh sebagai keahlian utamaku. Biarkan masalah SEO ditangani oleh ahlinya. Setuju, Sob?

Satu dekade komunitas Bloggercrony Indonesia semoga membawa harapan baru untukku dan para blogger lainnya. Walau baru sekejap bergabung di komunitas ini, tapi kurasakan sekali semangat kebersamaan dan semangat berbaginya. Aku betah bangets deh di sini. Makasih mbak Wawa dan mas Sattoraji. Moga suatu saat nanti, kita bisa ngopi cantik dan ngobrol panjang lebar tentang dunia perbloggingan ini. Di Bandung ya hahaha.....

 

Selamat ulang tahun Bloggercrony

Cieeee satu dekade

Semoga panjang umur. Berkah. Banyak tawaran dan berbagi job. Juga semakin banyak menebarkan manfaat untuk para blogger, masyarakat dan umat manusia.

Happy besdey

Tiup lilinnya. Tiup lilinnya

 

Salam hangat

Sampai jumpa

 

 Sumber Foto: WAG Peserta Blogger Day 2025









3/15/2025

6 Tips Efektif Investasi untuk Mengatur Uang THR

 

Tunjangan Hari Raya (THR) sering dianggap sebagai bonus tahunan yang bisa digunakan untuk keperluan konsumtif. Namun, jika dikelola dengan bijak, THR bisa menjadi modal awal untuk investasi yang menguntungkan.


investasi
Manfaatkan THR Secara Bijak


 Inflasi yang terus meningkat dan kondisi ekonomi yang tidak selalu stabil saat ini membuat Anda harus mulai mempertimbangkan untuk mengalokasikan THR dengan strategi yang tepat agar memberikan manfaat jangka panjang.

 

Berikut adalah enam tips efektif untuk menginvestasikan uang THR agar lebih produktif dan membantu mencapai kestabilan finansial.

1.    Prioritaskan Investasi Berisiko Rendah

Sebelum tergoda dengan investasi berisiko tinggi, alokasikan sebagian THR ke instrumen yang lebih stabil. Instrumen ini cocok bagi pemula yang ingin mulai berinvestasi tanpa khawatir kehilangan modal dalam jumlah besar.

 

Jika ingin lebih fleksibel, Anda bisa memilih reksa dana pendapatan tetap yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi dibanding deposito tetapi tetap memiliki risiko rendah.

 

Selain itu, obligasi ritel juga menarik karena menawarkan return yang lebih stabil dengan risiko kecil. Dengan memilih instrumen ini, Anda tetap bisa menjaga nilai uang THR sekaligus memperoleh keuntungan jangka panjang.

2.             Manfaatkan Investasi di Emas

Emas tetap menjadi yang menarik, terutama saat ketidakstabilan ekonomi melanda. Harga emas cenderung meningkat dalam jangka panjang, menjadikannya aset yang dapat melindungi nilai uang Anda dari inflasi.

 

Keunggulan investasi emas adalah likuiditasnya yang tinggi, artinya emas dapat dijual dengan mudah kapan saja ketika membutuhkan dana. Selain emas fisik, emas digital melalui platform seperti Pegadaian atau bank syariah juga menjadi opsi yang praktis. Pastikan Anda membeli emas dari sumber yang terpercaya agar investasi Anda tetap aman.

3.             Diversifikasi dengan Reksa Dana atau Saham

Jangan hanya mengandalkan satu jenis investasi. Diversifikasi adalah kunci untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntungan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membagi investasi ke dalam beberapa instrumen, seperti reksa dana saham, obligasi, dan saham blue-chip.

 

Saham dari perusahaan besar yang memiliki fundamental kuat bisa menjadi pilihan yang menjanjikan. Jika Anda masih ragu dalam memilih saham sendiri, reksa dana saham bisa menjadi alternatif yang lebih mudah karena dikelola oleh manajer investasi profesional.

 

Untuk kondisi ekonomi saat ini, sektor teknologi, kesehatan, dan energi terbarukan menjadi pilihan menarik untuk investasi jangka panjang. Jangan lupa untuk melakukan riset sebelum membeli saham agar investasi Anda lebih terarah dan menguntungkan.

4.             Mulai Berinvestasi di Properti atau Crowdfunding

Bagi yang memiliki dana lebih dari THR, mempertimbangkan investasi di properti bisa menjadi keputusan cerdas. Namun, jika modal terbatas, Anda masih bisa berinvestasi di crowdfunding properti yang kini semakin populer.

 

Crowdfunding properti bekerja dengan cara mengumpulkan dana dari banyak investor untuk membeli properti, yang kemudian disewakan atau dijual kembali dengan keuntungan yang dibagi sesuai proporsi investasi. 

 

Investasi ini memungkinkan Anda untuk memiliki porsi kepemilikan dalam suatu properti dengan modal yang lebih kecil. Model ini juga cocok bagi investor pemula yang ingin mendapatkan keuntungan dari sektor properti tanpa harus mengeluarkan modal besar.

5.             Alokasikan untuk Dana Darurat dan Asuransi

Sebelum terjun ke investasi yang lebih agresif, pastikan Anda memiliki dana darurat yang memadai. Idealnya, dana darurat setara dengan 3–6 bulan pengeluaran agar dapat digunakan dalam kondisi darurat tanpa harus menjual aset investasi.

 

Selain itu, pertimbangkan untuk menggunakan sebagian THR dalam bentuk proteksi, seperti asuransi kesehatan atau asuransi jiwa. Dengan memiliki perlindungan finansial, Anda bisa lebih tenang dalam berinvestasi tanpa khawatir dengan risiko tak terduga.

6.             Konsultasikan dengan Ahli Keuangan

Jika Anda masih ragu dalam mengelola investasi THR, berkonsultasilah dengan ahli keuangan atau family office yang dapat membantu menyusun strategi keuangan terbaik sesuai dengan profil risiko Anda.

 

Memiliki perencanaan yang matang dapat membantu Anda menghindari kesalahan investasi dan memilih instrumen yang paling sesuai. Bimbingan yang tepat dari ahli keuangan akan membawa THR Anda berkembang menjadi aset yang lebih bernilai dalam jangka panjang.

 

 

Menggunakan THR secara bijak dengan berinvestasi bisa menjadi langkah cerdas untuk meningkatkan kesejahteraan finansial. Strategi yang tepat akan mengamankan masa depan Anda dan juga mengoptimalkan peluang untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.

 

Bagaimana cara Anda mengatur uang THR tahun ini? Tinggalkan komentar atau like jika artikel ini bermanfaat!

 

Tulisan ini adalah guest posting ketiga dari Mbak Arumka Video ID

3/13/2025

Modul Ajar Bahasa Indonesia : Teks Deskripsi

    Nama : Sri Rahayu Setiawati, S.Pd  

    Sekolah : SMP Negeri 1 Cimahi

    Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

    Fase : D

   Jenjang/ Kelas : SMP/ 9

   Alokasi Waktu : 3 x 40 Menit  

    Target Peserta : SiswaReguler

    Jumlah Siswa : 40                                       

    Profil Pelajar Pancasila                                                  

1.                          Mandiri                                                                    

2.                          Kreatif

    Model Pembelajaran : Games Based Learning          

     Elemen : Membaca

 

Tujuan Pembelajaran

1.       Peserta Didik memahami makna kata tersirat dan tersurat yang ada dalam teks deskripsi

Indikator

1.       Siswa dapat menemukan dan menjelaskan makna kata dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia

2.       Siswa dapat menuliskan sebuah kalimat sesuai dengan makna yang dimaksud

Pertanyaan Pemantik

1.       Siapakah yang belum pernah menggunakan kamus?

2.       Apa manfaat kamus

3.       Bagaimana cara menggunakan kamus?

Asesmen

1.       Asesmen awal : Tanya Jawab

2.       Formatif : Penugasan

3.       Sumatif : Tes Tertulis

Sarana/ Prasarana

1.       Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ) cetak dan digital

Materi dan Bahan Ajar

Ƙ  Kamus = buku acuan atau rujukan yang memuat kata dan ungkapan yang disusun berdasarkan urutan abjad atau tema serta berisi tentang makna, pemakaian atau terjemahannya

Ƙ  Makna kata = arti, pengertian, definisi, konsep kata

Kegiatan Pembelajaran

I.                    Pendahuluan

1.       Salam

2.       Mengecek kehadiran

3.       Menyampaikan tujuan pembelajaran

 

II.                  Kegiatan Inti

1.       Siswa memilih pasangan masing-masing

2.       Siswa berbagi tugas: mencari makna kata menggunakan kamus dan membuat kalimat

3.      Siswa menggunakan kamus untuk menemukan makna kata (lema yang telah ditentukan), lalu membuat kalimat sesuai dengan makna kata tersebut.

4. Setiap pasangan berlomba meraih target jumlah kata dan kalimat terbanyak untuk mendapatkan nilai tertinggi.

III.                Kegiatan Penutup

1.       Siswa dipandu guru merefleksikan kesulitan menggunakan kamus dan membuat kalimat

2.       Siswa menyampaikan suka duka menggunakan kamus

Asesmen Formatif

1.       Carilah makna kata-kata berikut ini dengan menggunakan KBBI:

a.       kamus

b.       berdengung

c.       menggunjingkan

d.       deru

e.       meledak

f.        sedarah

g.       amarah

h.       sedekah bumi

2.       Buatlah sebuah kalimat menggunakan kata tersebut sesuai dengan maknanya! Jika polisemi, pilih salah satu makna kata!

Asesmen Sumatif

1.       Apa arti kata meledak?

2.       Gunakanlah kata tersebut dalam kalimat sesuai dengan maknanya!

Kriteria Ketercapaian Ketuntasan Belajar

0 -60 = belum tuntas, remedial seluruhnya

61 – 79 = belum tuntas, remedial soal yang salahnya saja

80 – 100 = tuntas dan berhak mendapatkan pengayaan

Kriteria Ketuntasan Membuat Kalimat

100       = tuntas, kalimat jelas, informatif, dan tanpa kesalahan berbahasa

90 – 99 = tuntas, kalimat kelas, informatif, ada kesalahan berbahasa sedikit

85 – 89 = tuntas, kalimat jelas, informatif, banyak kesalahan berbahasa dan bisa diperbaiki sendir

80 – 84 = tuntas, kalimat jelas, kurang informatif, banyak kesalahan berbahasa dan bisa diperbaiki sendiri

60 – 79 = tidak tuntas, banyak kesalahan berbahasa dan tidak bisa memperbaikinya

Remedial

1.       Mencari makna kata tersebut dengan menggunakan kamus

2.       Membuat kalimat sesuai dengan makna kata

Pengayaan

1.       Cari makna istilah dan ungkapan berikut ini:

2.       Buatlah kalimat majemuk dengan memanfaatkan kata berikut ini dan makna sebagai berikut:

a.       Alang-alang

b.       Makna alang-alang:

(1)    Tumbuhan sejenis rumput yang bisa mencapai ketinggian 1 meter

(2)    Usia tanggung

Refleksi Guru

1.       Bagaimana perilaku siswa selama mengikuti pembelajaran?

2.       Bagaimana respon siswa ketika pembelajaran?

3.       Apa kesulitan siswa saat pembelajaran?

4.       Apakah tujuan pembelajaran tercapai?

 

 

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah,                                                                                                     Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 


Featured Post

Deep Learning Dalam Bahasa Indonesia: Teks Eksplanasi

  Halo sobat yayuarundina.com – Mari kita pelajari proses pembelajaran Deep Learning dalam Bahasa Indonesia tentang teks Eksplanasi. Bagaim...